Pojok Math'am Hadlrmaut
HAJI : PELATIHAN MENJEMPUT MAUT
“…..dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadah haji kami, dan terimalah taubat kami….” (QS. Al-Baqarah 2:128)
Assalamualaikum Wr. Wb.
Sesungguhnya ibadah haji sebagai puncak segala ibadah yang hanya dapat dilaksanakan orang-orang yang mampu dan mau merupakan kancah pelatihan dalam menghadapi hari akhir. Rukun Islam dan Rukun Iman yang sudah sehari-hari diterapkan dan menjadi pegangan saat haji di uji pemahamannya. Saat berhaji seorang muslim di uji keyakinannya akan ke-esaan-Nya, bahwa hidup, mati, kedudukan, derajat, dan jodoh semata-mata Allah SWT yang menentukan. Bahwa keberadaan seseorang di Baitullah saat haji adalah semata-mata karena terpanggil untuk menjadi tamu Allah, baik orang kaya atau miskin, tua atau muda, laki-laki atau perempuan, dimana pun ia tinggal dan bagaimanapun kondisi fisiknya sempurna ataupun cacat. Disanalah kesabaran, ketawakalan, kepasrahan diuji.
Kalau orang yang meninggal dikatakan berpulang ke Rahmatullah, ibadah haji sebenarnya adalah satu-satunya kesempatan di dunia ini untuk pulang ke Baitullah. Saat beribadah haji seorang muslim diberi kesempatan membayangkan seandainya ia meninggal kelak bagaimana situasinya dan apa yang perlu dijadikan bekal untuk di akhirat. Saat sebelum berangkat ia sudah harus dapat meninggalkan wasiat dan berusaha melepas dirinya dari belenggu materi yang ada dalam dalam kehidupannya. Saat berpakaian Ihram, di ibaratkan sebagai kain kafan yang dikenakannya saat saat menghadap Illahi. Tak terlihat lagi orang kaya atau miskin, berpangkat atau tidak. Saat Tawaf dan Sai akan terasa bahwa sesungguhnya ia hanya setitik pasir diantara jutaan titik-titik yang lain. Gerakannya tidak atas kemauannya, tapi bergerak karena gerakan orang-orang di sekelilingnya. Ketika di Padang Arafah dapat di bayangkan kala di Padang Masyar kelat saat seluruh manusia dikumpulkan untuk ditimbang amal baik dan perbuatan buruk serta dosa-dosanya. Saat berhaji seseorang dapat merasakan betapa ilmu pengetahuan dibutuhkan, tidak saja untuk hidup tapi juga untuk mati. Tanpa ilmu pengetahuan dan persiapan yang memadai, menunaikan ibadah haji akan menjadi beban yang berat. Seperti juga halnya tanpa ilmu pengetahuan dan persiapan menyambut ajal akan menjadi sesuatu yang berat dan menakutkan.
Selamat menunaikan ibadah haji bagi tamu-tamu Allah. Semoga menjadi haji mabrur.
Sumber ; Majalah NOOR No.11/TH.VI/November 2008
back to Pojok Math'am Hadlrmaut
Amanah Mulia © 2009 |