Pojok Math'am Hadlrmaut

 

LUBANG HITAM, MAGNET, DAN SEMESTA

Titik hitam atau lebih tepatnya lubang hitam itu bernama pupil. Fungsi pupil di kenal sebagai penyaring cahaya yang masuk kedalam mata. Bila cahaya yang masuk terlalu banyak dan menyilaukan, pupil akan menyempit sehingga bila terlihat dari luar seperti titik hitam mengecil. Demikian sebaliknya, bila cahaya yang masuk terlalu sedikit, pupil ini akan melebar, berupaya menyerap sinar sebanyak-banyaknya.


Tatap kedua bola mata hati atau pasangan dalam-dalam. Pandangi titik hitam yang terdapat di tengahnya

Ternyata, setelah di teliti lebih jauh lagi, fungsi pupil tidak hanya untuk menyaring cahaya yang masuk ke dalam mata. Lubang hitam itu juga bias memberitahukan kondisi hati seseorang, yaitu dengan melihat ukurannya. Bila pupil membesar, emosi si pemilik bola mata tersebut  sedang bergejolak, entah dalam keadaan sangat senang, antusias, sedang memikirkan sesuatu mendalam, atau sedih maupun marah. Sedangkan pupil yang mengecil menandakan kondisi hati sedang dalam keadaan tenang atau normal.

Itu pula mengapa mata dikatakan sebagai jendela hati. Karena lubang hitam didalam mata itu mengucapkan wacana hati tanpa aksara dan menandakan kesadaran. Tak heran bila sepasang kekasih tak bosan-bosannya saling berpandangan tanpa berkata-kata, karena kedua lubang hitam pada mata keduanya mengutarakan makna cinta yang dalam. Dari hanya salaing berpandangan itu, terasa tubuh keduanya ingin terus mendekat, merekat erat, bagai kutub utara dan selatan dari sebuah magnet.

Magnet itu dipancarkan oleh mata. “Serbuk magnetnya” menyebarkan cinta dari hati, yang kemudian bisa menular dan tertular dari yang lain. Sifatnya timbal balik, untuk menenangkan hati  sang buah hati, pasangan, sahabat, pasien atau orang lain, cukup dengan memandang kedua bola matanya dengan hati yang tulus penuh kasih. Selain itu, hubungan dari saling memandang ini dapat juga digunakan sebagai alat komunikasi dari hati ke hati antar sesama mahkluk Allah. Semua mahkluk-Nya memiliki jiwa, ruh, dan hati. Semuanya memiliki lubang hitam dalam raganya.

Seperti yang difirmankan-Nya, “Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi.” (QS. Yunus 10:101). Tengoklah di sekitar. Mahkluk Allah mana lagi yang memiliki lubang hitam ? Lubang hitam di dalam mata hewan-hewan. Lubang hitam di dalam raga pepohonan, rerumputan, dan bunga-bunga. Tengok di alam semesta. Lubang hitam pada matahari (blacj hole sun), pada planet-planet lain, termasuk galaksi (supermassive black holes).

Semua lubang hitam itu bermagnet. Gregg Braden dalam bukunya, Awakening to Zero Point, bahkan berpendapat, magnet tersebut yang membuat semesta dan seisinya berputar dan saling berkaitan. Bisa jadi sudah saatnya usulan diberikan kepada NASA untuk meneliti bagaimana setiap lubang hitam yang ada di semesta bisa saling berkomunikasi demi kelangsungan hidup dan kebahagiaan masing-masing. Itulah makna cinta dalam semesta yang sesungguhnya. Setelah berhasil memperdengarkan lagu Across the Universe karangan The Beatles lewat satelit, lantunan ayat-ayat Allah di luar angkas juga bisa di coba.

Jiwa mahkluk Allah yang paling tulus, paling mengasihi, paling mencinta, memiliki magnet terbesar. Sedangkan yang Mahatulus, Mahapengasih, Mahapecinta, hanya Allah yang memiliki magnet Mahabesar. Tak perlu heran bila kubus hitam itu, rumah-Nya, lubang hitam di planet bumi, yang terletak di dalam Masjidil Haram, yang dibangun para malaikat sebelum manusia ada, dan dikembangkan oleh manusia pertama Adam a.s, menjadi pusat magnet dari semua umat-Nya.

Sumber : Majalah NOOR  No.11/TH.VI?November 2008

back to Pojok Math'am Hadlrmaut

Amanah Mulia © 2009

 
 
Beranda l Profil l Hikmah l Program Haji & Umroh l Syarat & Ketentuan l Forum Kalam l Hubungi Kami
Amanah Mulia © 2009