Kemuliaan hidup adalah martabat kemanusiaan, yang siapapun ingin meraih dan mencapainya, apalagi saat kemuliaan itu pun ternaungi hadirat cahaya Ilahi.
Tidak mudah, memang! Tetapi terbuka lebar untuk siapapun yang ingin meraihnya dengan kesungguhan.

Islam memberikan panduan, bahwa kemuliaan itu terlahir dari terbangunnya spirit kehidupan, yang intinya terletak pada kemuliaan (pencerahan) akhlak, seperti yang tertera dalam sebuah “Risalah Nubuwah” bahwa yang paling utama diantara orang-orang yang beriman adalah yang mulia akhlaknya.
Dalam ranah kehidupan sosial, sejarah mencatat: lahirnya orang-orang besar, sosok pribadi agung, tokoh besar kemanusiaan; yang kehadirannya menggetarkan sukma, sepak terjangnya memberikan inspirasi, kehidupannya melintas batas dan sekat-sekat primordial kedaerahan, kesukuan, bahasa, warna kulit, bahkan bangsa, semua itu terpancar dan terbangun dari sebuah arus besar (mainstream) spirit kehidupan yang disandangnya yakni spirit kemuliaan akhlak.
Tidaklah berlebihan apabila martabat kemanusiaan yang adijati itu mendapat pijakan moral dari beliau yang agung, Muhammad Saw : “Sekiranya engkau menginginkan dirimu seperti awan, hujan, bulan dan mentari yang kehadirannya dapat memberikan anugerah pada alam raya kehidupan, maka temukanlah olehmu spirit kebesaran dan keagungannya, yang intisarinya terletak pada mahkota kemuliaan (pencerahan) akhlak”.
Salah satu media yang mampu menghantarkan seseorang pada keagungan dan kemuliaan tersebut adalah dengan melaksanakan prosesi ibadah Umroh atau Haji. Karena sejatinya ibadah ini telah memberikan pelajaran mendasar: “membangun kesadaran baru” : tentang bagaimana seharusnya hidup itu dijalani, bagaimana kehidupan itu ditata, dirumuskan dengan standar nilai yang holistik.
Berdasarkan pemikiran itulah, maka Amanah Mulia menyajikan sebuah Paket Umrah dan Haji Pencerahan Akhlak, sebagai washilah untuk menghantarkan pelakunya menjadi manusia yang tercerahkan. Manusia yang mampu menemukan spirit kehidupannya untuk tujuan meraih kemuliaan dihadapanNya. Insya Allah.
Amanah Mulia © 2009